Mencari Cahaya

Negeri asing ini
bukanlah tempat indah
impian sejuta itu.

Ketika rumah adalah
hati yang nyaman
perjalanan 22 jam
itu membawaku pada
sepi dan kesepian,
tidak nyaman dan ketidaknyamanan.

Matahari tak murah hati
angin adalah musuh bersama
dan hujan bertamu tak kenal waktu.

Tidakkah semua manusia
mencari cahaya?
Kegelapan hanya membuat
pencarian itu semakin berharga.

Kamu adalah cahaya itu.
Kamu adalah matahari itu.
Kamu adalah rumah itu.
Mencarimu, menemukanmu sehari-hari
adalah mantra pengobat tiap hari.

(Sayangnya mantra itu terbagi
tak hanya untuk diri.
Tidakkah kau lihat kengerian
kegelapan pencarianku?)

+YK
GMT +1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s