Niatan Tiga Dimensi

holdinghandscoffee
Out on a date

Terjebak dalam pragmatika dan logika
akan membuat ini semua jadi absurd.
Tentu ada penjelasan filosofis dalam
pertemuan ini bukan?
Tapi perlukah semua definisi, analisis, dan kesimpulan itu?

Kita bertemu, karena kita ingin bertemu.
Rasa mencari, rasa mendamba, rasa menjemba
dahaga yang hanya bisa terpuaskan oleh perjumpaan tiga dimensi.
kelaparan yang hanya bisa terpuaskan oleh kedekatan fisik tak berjarak.
Lalu kita berencana dan bertindak, kemudian kita bertemu dan berjumpa.

Sesudahnya? Entahlah.
Karena kita hanya ingin menciptakan kenangan untuk kita saja.
Menghitung hari-hari dalam hitungan mundur
hingga tiba saat di mana tiga dimensi adalah
lebih bermakna daripada dua dimensi.

Toh pragmatika dan logika bukanlah awalan kita.
Mengikut rasa saja, bukan?
Jadi mari tenggelam, mari mabuk, mari jatuh ke dalam ketidaksadaran.
Setidaknya kita telah menancapkan kisah jauh ke dalam ingatan sadar kita.
Selama-lamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s