Citra Hujan

Hujan menampar daun jendela.
Musim kemarau dijemba cenggeret bersahut-sahutan.
Tak berarti musim kemarau akan segera tiba dalam tergesa.

Mengapa membenci gericih hujan
ketika dalam derai airnya
kau bisa mencucurkan air di matamu?

Mungkin, mungkin saja, penciptaannya adalah anugerah Ilahi
agar dalam gericihnya air matamu bisa bersembunyi
dengan leluasa. 

Seleluasa mataku menerawang pedihmu,
di balik 140 karakter yang kau ketikkan
di akun media sosialmu. 

Pencitraanmu itu serupa hujan penyembunyi air mata. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s