Adil Rasa, Rasa Adil

Tanganku ini yang menabur benih cinta
tidakkah kau rengkuh dalam cinta pula?
Tanganmu itu yang menampar atas nama cinta
tidakkah aku tahankan dalam cinta pula?

Kita berbual-bual dalam konsep dan prinsip cinta
entah di simpangan mana kita berselisih paham.

Aku perempuan
Kamu lelaki
beda itu adalah keniscayaan yang Kuasa
tapi tidakkah kita berdua sama-sama punya tangan yang berjemari lima?
tapi tidakkah kita berdua sama-sama punya tangan yang mampu mengelus?
tapi tidakkah kita berdua sama-sama punya tangan yang mampu merengkuh?

Kita berbusa-busa dalam definisi beda perempuan dan lelaki
entah di perdebatan mana kita berkelahi pemahaman

Beda itu indah, kata mereka.
Beda itu enak, kata kita.
Tapi beda itu juga mendiskriminasi, laku mereka.
Tapi beda itu juga menyakitkan, laku kita.
Kata dan laku harusnya bisa searoma, seirama
Tapi kata dan laku celakanya jadi beda cita rasa, beda tangga nada.

Kita bicara kata-kata
Kita bergelut raga-raga
Kita binasa tak bertemu, tak bersatu.

Pakai rasamu.
Adil itu tak berjenis kelamin.
Bukankah begitu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s