Perhubungan

Bahkan Semesta tampaknya terbahak-bahak
jika kita adalah pesakitan dalam perhubungan ini. 
Entah algoritma super macam apa
yang dirancang Bos Besar dengan super komputer-NYA
sehingga tautan kita berkait berkelindan dengan rumit
hingga berujung dalam simpul yang sederhana: cinta.
Aku mencintaimu dalam kenyamanan yang sederhana dan pembicaraan yang rumit.
Kamu mencintaiku dalam pengertian yang sederhana dan tantangan yang rumit. 
Ah, kita memang menolak direhab dari candu ini
bersandar pada perasaan yang sederhana 
bergelut dengan pemikiran yang rumit
hingga dunia terheran-heran takjub ternganga
dan kita mengamini dengan senyum. 
Lantas, apalagi yang perlu dijelaskan dinyatakan pada dunia dengan kening berkerut?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s