Sesudah Hujan

Dalam bau tanah sesudah hujan,
aromanya adalah kejujuran tentang rindu.
Ada rindu yg tercurah dalam aroma tanah menguar,
ketika hujan menciumnya, mesra dalam rintiknya.

Gersang tanah, mendamba hujan,
rekah-rekah bilur-bilur luka,
dalam kemarau tak tertahankan.
Tidakkah kau rindu?

Gericih titik-titik hujan itu bukan air mata.
Tak pernah menjadi air mata.
Sebab tanah selalu merindunya
dan rindu tak seharusnya adalah air mata.

Ciumlah.
Rebahlah.
Dalam tanah tersiram hujan.
Di aromanya kau temukan rindu yang terpenuhi perjumpaan.
Sungguh,
bahagia itu sederhana.

Jika malam ini kuhirup aroma tanah sehabis hujan,
aku menetramu dalam rindu.
Bukan dalam air mata.
Sebab merindumu adalah bahagia itu.

Advertisements

2 thoughts on “Sesudah Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s