Sepi Dalam Fitri

Tak ada yang menjerikan hati selain gigil sepi di hari fitri ini. 
Dalam wajah tengadah menakar makna bahagia
Tidakkah kau lihat topeng berjelaga merah saga?

Ya, ya, ya, kata-kata memang retorika mudah tersuara
dalam senda, dalam tawa, kau bisa lihat apa?
Kalau kau bisa menyingkap topeng merah saga
mungkin kau lihat  bilur-bilur sepi bertarung dengan air mata.

Senyumnya adalah peneduh dalam duka
Peluknya adalah kata tak terucap mengerti berbela rasa
tapi tak bisa menampik, aku pun merindu senyum yang lain, peluk yang lain

Entah berapa bulan baru lagi, berapa tahun baru lagi
ketika kami semua tersenyum dan saling memeluk dalam haru nir sendu
hingga Semesta mengamini, mungkin kata kami tak pernah sempurna menjadi
Kutukan sepi ini, Duh Gusti, mohon diusir pergi!

*Lalu kau menghela napas karena kau pun tak akan pernah, tak akan sudi, tak akan punya nyali
atau tak akan tak akan yang lain untuk menyatakan pada dunia bahwa kau berdiri di sisiku selamanya*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s