Lagi-Lagi Tentang Hujan

ah, mungkin saja hujan
yang menampar dalam gigil ini
pertanda impian berpeluk
tak berjalin berkelindan dengan nyata

jadi marilah menepis gigil,
merapal mantra pemuja,
dalam ingatan selepas malam,
akan impian yg terlindas,
dalam selimut terburai.

besok, wahai besok,
dalam gilang matahari yang hangat,
hujan tak lagi singgah mengepung,
lalu ingatan itu sia-sia melacur dan kabur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s