Sketsa Puja Rindu

Mendung lagi.
Kelopak enggan beradu.
Kamu menggayut dalam rindu.
Entah kapan bisa bertemu.

Dari sekian kesempatan
yang diberikan Semesta
cuma tiga yang bermuara
pada tumpah ruahnya rindu.
Mungkin tak akan lagi ketika kamu menutup pintu.

Kamu dan ratusan kerja, tanggung jawab dan janji.
Aku dan ratusan acara, pertemuan dan tenggat.
Semesta tak mengadu kita,
kecuali dlm tiga.

Dalam sendu mendung
di cakrawala kotaku, kuterbangkan pinta pada Semesta
bahwa senyummu di tebar linimasamu itu
akan kutatap lekat tanpa batas.

Lalu Semesta
akan memberikan leluasa
bagi kita beradu
senyum dan rindu
dalam kepul rokok dan kopi dan puja pribadi.

Hei, Kamu!
Rindukah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s