Tak Kasat Mata

menitahkan kesepian
agar menyurut dalam ribut
ketika ia mengendap2
dalam rindu kepadamu.

anggap saja aku angin.
anggap saja aku hantu.
tak ternetra tapi selalu ada mengintaimu.
memelukmu bahkan saat kau tak tahu.

sesifat angin
sesifat hantu
bila lalu tak terhirau
bukankah sudah galibnya begitu?

sepi lalu menyublim
dalam angin
bersama hantu
ketika merindu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s