Berhenti?

+Suri Asman

Sudah letih merepih
semacam entah merekah
membenci adalah bukan jati diri
terkapar bukan tak berdaya
meski akhirnya tak berdaya

harus berhenti
kata tubuh
harus berhenti
bicara hati
harus berhenti
sahut otak
harus berhenti
gumam jiwa

entah, entah, entah
berpusing berputar
melingkar lalu terlempar
tertelan tubir 

tapi haruskah berhenti?
sebab pribadi jati diri ini
bukan tak bernyali
hingga kemari sini
semua kuatasi! 
— hingga mati menghampiri 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s