Malam Terbunuh

Entah berapa bait harus terkirim
dalam sendu 140 karakter
hingga malam terbunuh
dalam puisi.

Mungkin malam telah tertikam
dan berlumur darah kental membeku
hingga tak lagi mengejek kesendirian
dan menyisakan azab nokturnal.

Terbunuh pun dia akan singgah esok hari
lagi, lagi, dan lagi
dengan seringai sinisnya
dan tawa binalnya.

Malam ini pun sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s