Berulangnya Tahun

And what is age, but a string of numbers? Yet, it is always wonderful to know that some remember that today is my birthday and took the time to write me poems. To you all, thank you! Oh, in case you’re wondering how old I am, I always say that I remain 21 years old all the time.

SAJAK 4 OKTOBER

: Neny Isharyanti

oleh : Dionisius Sapto Nugroho

Hari ini bolehkan aku
menyapamu dalam salam hangat

selamat ulang tahun
semoga hanya suka yang kau cecap
pada harimu ini

Baiklah mari kutemani kau
mengayuh perahu kayumu yang
suwung dan tak berawak lagi kecuali kau
dan bolehkan aku menyalakan
lentera badai untuk menguak kabut ini
di bentang hatimu
dan temukan kembali dua kurcaci
nyanyi rindumu dan cinta

sebab di antara gugus pulau pulau
di percik lidah lidah ombak laut dalam
di teluk dermaga kayu hitam
perahumu tertambat dan
akan kau panggil dua kurcacimu
:pulang

Bolehkan di hari itu tatkala
hari berulang hari saat kau lahir
kusajikan semangkuk tawa
dan segelas dupa wangi
dan kutuliskan sebuah lagu
masa kanak kanak yang kau suka
mendendangkannya

walau tak bisa kujabat tanganmu hari ini
empat oktober
sambil bila tentu saja kau tak akan menolak
bila kupeluk dirimu
kuucapkan selamat ulang tahun
dan diam diam kuberdoa agar kau panjang umur
agar kau masih bisa merasa rindu
agar kau masih bergairah mencinta
kerna dua kurcaci itu
menanti untuk pulang hinggap kembali di
dahan dahanmu

—-cikarang, 3 oktober 2012

PADA SUATU MASA

:Mbak Neny Isharyanti

oleh: W Kusumo Amboro

Berjarak sungguh segala
tapi seolah kita kawan lama
kau lahir disekolahan
dan aku besar dijalanan

namun kau menganggapku kawan
saat inilah aku mengaku preman beneran
bukan candaan kita kala fesbukan
kau belum lihat tato di punggungku
bergambar kupu-kupu dan nama gangku !

spontan heboh dan menyenangkan
itu kesan yang kutangkap darimu
mengenal dari komentar – komentarmu di fesbuk
dan kita bebas bercanda bagi saudara saja

selama ini kau telah ramaikan
dan kau bangkitkan keceriaan dan mimpi
pada kawan-kawan juga siapa saja
hidup menjadi sedikit bermakna
walau kenyataan hidup gagap dan terbata

andai saja kau ada diantara kita semua
kan kunyalakan lilin setinggi monas untukmu
supaya kebahagian kita rasakan bersama
dengan kawan-kawan semua
selamat ulang tahun … hanya itu
suaraku tersekat ditenggorakan ada haru ada juga pilu
sebab yang kuharap tak demikian itu
tapi nyatanya kok seperti itu

Jakarta, 3 oktober 2012

MENARI BERSAMA MIMPI

Oleh : Vosa Dian Purwanti

Gelak tawa canda
berhambur
menenggelamkan duka
dentang denting intonasi
mengalun merdu
biaskan cahaya penuh warna
seketika
terdiam bisu
menitik air mata disudut kerling
sinaran meredup
hilang cinta
hilang kasih
jalu
ara
jalu
ara
bisik membisik nama
wajah resah
menghambur pada pekat gelisah
sesak
namun
selalu saja kau katakan
“aku mampu dan bisa karena aku punya mimpi”
menarilah bersama mimpi
bersekutu hingga batasmu

*aku mengasihimu sahabatku,selamat ulang Tahun*

-Temanggung, 4 oktober 2012.

HARI INI MASIH ADA LILIN
: Neny Isharyanti

Oleh: Alfiah Muntaz

entah kali ke berapa lilin itu nyalapadam
bersama ode yang tiap tahun kita lagukan

sebelum burung-burung pulang sangkar
dan angin diam-diam mengiris pikiran
kau menghitung angka-angka di almanak
tandai satu persatu sebagai lintas jejak
kemudian pada satu angka kau mengingat
“hari masih sama, musim belum berubah juga”

sebentar lagi, burung-burung pulang sangkar
mereka akan berhenti pada marka antara hati kita
memilah arah
luka yang terlalu pagi
atau
mimpi yang begitu petang

namun matahari selalu datang
mengukur umur di punggung waktu
dan kita tak kuasa menolak
lantaran mengerti harus ada yang dijalankan
sebelum musim berganti mukim
sebelum lilin sebenar padam

“selamat ulang tahun”

Jakarta, 4 Oktober 2012

TANPA JUDUL

Oleh: Sovy Abidah

nanti saya bawakan lilin
tapi tanpa api
karna apinya adalah harapan
dan doa adalah lilinya
jangan pernah di padamkan ya kakak manisku
biarkan menyala
hingga Tuhan menutup lembaran mimpi dengan takdirnya
kebahagiaan semoga menyelimutimu
berkah selalu
:*

SAHABAT

Oleh: Onald Anold

Kepadamu pemilik hati serindang dendang
di binar matamu jejak bersajak riuh gemuruh
di riang kicaumu waktu merekat erat mengikat

Ahh, sahabat!

Mengenalmu, separuh doaku terjawab
tentang rasa warna yang sirna memudar
tentang empati yang hilang tergerus pati zaman
tentang keabadian persahabatan.

Pamulang, 04 10 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s