Jogja

Dan di kota ini
mendung menggantung
di pojok beteng selatan.

Debur-debur rindu raga
masih terjebak di gelegak
ombak Pantai Kwaru
meninggi pasang bersama purnama
menurun surut bersama sabit.

Rasa itu entah menghilang
di sela-sela jemari
Durga Mahisasuramardini
dan kau terpesona
dalam senyum misteriusnya.

Sepanjang Malioboro
adalah kenang hari lalu
tak kucecap jejakmu
hingga terhenti
di sudut Pasar Abubakar Ali.

Mungkin kisah kita
teronggok di Museum Radya Pustaka
berkarat di Museum Kereta Kencana
hingga tersedan di seberang Hotel Sapphire
dan tergenang sepi di depan Hotel Novotel.

: kau dan aku berkubang dalam statusquo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s