Jakarta

kucari tenang di pekik kendaraan lalang
Jakarta tengah berpulang kepada petang
mungkin bukan sunyi yang kucari
namun sehirup napas tembakau.

jalan Thamrin ini adalah ribut riuh rendah
polah tingkah dan wajah
mengarunginya adalah mengingat alasan
beribu garis edar bola merah lampau.

apa yang kucari di sini, wahai Jakarta?
dulu atau sekarang tak jarak beda
sini atau sana tak ganti rupa
: teman bicara sementara, dan bukan dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s