Cikarang

Bola merah itu menyusur edarnya
dalam keniscayaan
tak terelak kerinduan
Ingin ia kujerat
lalu kulipat
hendak kuikat
kusingkirkan rapat
ke dalam saku celana.
Sebab rindu ini, Wahai Kamu,
ingin menginvasimu
tanpa diplomasi semu
apalagi konvensi baku
bergincu realitas
dalam totalitas otoritas
keras lekas
sebab pertemuan jiwa kita
adalah kilas cahaya
setara bahagia.
Kutinggalkan kota ini
dalam hablur nyeri
dan sendu benci.

Cikarang, 13 September 2012, 17:45 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s