RINDU MEMBATU DALAM LELAH DOA

Oleh: Neny Isharyanti dan Onald Anold

Entah harus kusapa dengan kata apa rindu ini
Bayang panjangnya meliuk memeluk mereguk sisa nafas

serengkuhan tak mungkin terjamah
sepelukan tak pernah tersentuh
dan rindu itu terserak terkoyak
bulan mati menyisipkan bayang rindu
dalam pekat tak ternetra

hitam hitam hitam se- hitam kelam diamkan malam
lengang lengang lengang se-lengang kenang dendangkan remang

apatah arti selintas kejora
sebatas bingkai penyejuk hati
ketika kerlipnya sekedar ingatan
terlipat dalam remang lalu gulita lalu legam?

Entah harus kusapa dengan kata apa rindu ini
Bayangnya semakin lembut merajut candu dan bisunya merasuk segala fikir nadir

mengular menyelusuri nadi jiwa
menggerogoti pekatnya sukma
dan rindu ini membusuki segala dendam
hingga dalam bisunya pun
tak pelak aku merintih menagihnya

ke utara kau mengembara
ke selatan kau tak terdiamkan
ke barat kau meramu jerat
ke timur kau semakin menjamur
ke segala arah pun kau menghantui
ke segala penjuru pun kau membayangi
seringaimu mencelakai segala sisi
hingga kau jadi kembara jadi bisu candu jadi jerat jadi jamur jadi benalu jadi pilu jadi sendu

Entah dengan kata apa kusapa rindu ini,
: makna mati membatu, bersimpuh di lelah doa!

Salatiga-Pamulang
5 September 2012

Dipublikasi di Rima News http://www.rimanews.com/read/20120909/74844/rindu-itu-memang-keparat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s