Kau

Berapa puluh musim badai
melibasmu tanpa ampun?
dalam diam dalam tenang dalam sunyi dalam sepi
dalam kesadaran kosmis
akan samsara pembawa penebusan jiwa
mencapai cahaya

Tegakmu membatu membisu
mendunia dalam tabir terbahak tercanda
Tidakkah keluhmu terkikis terguris
tersampaikan padaku lewat cekat tangis?

Dunia, oh, dunia
selintas badai, seberkas kilat
sepercik matahari, selarik pelangi
keniscayaan perubahan
katamu
perupaan kemanusiaan 
kataku
: tidakkah kau ingin merengkuh matahari mendekap pelangi menindas badai membunuh kilat?

Sebatas mimpi mengais seri
kutelikung kau lalu kucumbui kau
mendaki puncak-puncak rindu
dalam lenguh harap menepis keluh
dalam puja doa memercik cahaya
merengkuh matahari mendekap pelangi 
menindas badai membunuh kilat

Tergugu aku dalam kagum mengharum dalam peluk cium
: kau adalah manifestasi puncak kemanusiaan itu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s