Puisi Kolaborasi (lagi): Luka

Malam minggu. Suwung. Diminta memulai puisi kolaborasi. Jadilah puisi ini. Bagaimana?

Diterbitkan di Rima News:  http://rimanews.com/read/20120811/72177/perempuan-memakanai-luka-dalam-kata

SALATIGA, RIMANEWS — Malam ini lima penyair Kumandang Sastra, yang kebetulan kesemuanya perempuan, berkolaborasi dalam puisi yang berkisah tentang kekuatan mengubah luka menjadi bahagia. Puisi yang penuh dengan harapan ini kami harap bisa menemani Anda di malam Minggu ini dan menjadi selingan setelah seminggu bekerja. Salam sastra! (Neny Isharyanti, Editor)

===============================

DAN LUKA ITU LURUH

Oleh: Neny Isharyanti, Chuppy Alfiani, Ayano Rosie, Puteri Salju Rahysta, dan Susilaning Setyawati

Bukankah semua ini adalah
kesia-siaan itu, Duhai?
Sesempit dunia tidakkah
kilometernya adalah duka
menganga meluka?

Luka begitu dalam terhujam
sampai di putih tulang
Sampai kapan kan kurasakan perihnya
ataukah tak kan pernah hilang?

Biar saja luka berbaris di tepi hati
merapikan diri
menjemput kenangan
waktu terus berkeliaran

Biar saja luka menghimpit jiwa
memarkan palung hati
merapatkan mimpi
masa terus berterbangan

Aku ingin tersenyum pada luka
biar ia mengering dan merana
dan isak tak lagi mengharu
selepas malam nanti

Aku ingin tetap di sini
sekeping hati menantimu
menggamit penuh kelembutan
menggandeng penuh kemesraan

Tak kan kubiarkan luka menganga
Akan kutebar bunga agar jembar jiwa
Mari dekap erat dan saling mengikat
agar tiada sempat sakit memasuki sekat

Dalam ikhlas mutiara
akan bersinar juga pada
akhirnya

Dalam balutan
menghapus lukanya
akhirnya

Sabarkan
Terimakan

dalam satu dermaga
dalam kepercayaan laut
: Tiada luka berkabut

-Salatiga-Bekasi-Makassar-Hong Kong-Sragen-
11 Agustus 2012

===============================

PARA PENYAIR YANG TERLIBAT: (dalam urutan abjad)

*) AYANO ROSIE Lahir di Cakke-Enrekang, Sulsel, pada tanggal 22 desember. Mulai menulis puisi sejak SMA tapi hanya sampai pada buku harian, lalu diterbitkan di Facebook sejak 2010. Pernah meluncurkan antologi bersama ” Indonesia Berkaca” tahun 2011 dan satu karyanya diterbitkan di berita mingguan Singapura tertanggal 6 Mei 2012

*) CHUPPY AFIANI Bernama asli Peppy Afiani, lahir di Jakarta 27 Juni. Lulusan YAI jurusan Ekonomi Managemen dan menulis pusi sejak SMP lewat majalah dinding. Sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang bermukim di Bekasi sambil menulis puisi.

*) NENY ISHARYANTI Penulis ini menilai dirinya sebagai perempuan dengan berbagai peran : ibu dua anak, pengajar di sebuah universitas, mahasiswa pasca sarjana, peneliti pembelajaran bahasa dengan menggunakan teknologi, penulis puisi dan blog, pembaca novel sejarah, penyanyi jazz, dan penikmat permainan komputer. Berasal dari Salatiga, Jawa Tengah. Antologi yang sudah diterbitkannya ialah : Sajak Rindu di Negeri Itu (2012) dan puisi-puisinya terangkum di blog pribadinya https://nenyizm.wordpress.com/

*) PUTERI AYU RAHYSTA Pemilik nama asli Arin Wahyuni ini lahir di Blitar, Jawa Timur, 4 April. Gemar makan bakso dan bebek goreng dan merah warna kesukaannya. Sifatnya keras kepala,tapi manja dan suka cengeng. Apa yang diinginkannya harus tercapai. Hobinya merajut aksesoris berbahan manik-manik dan menulis. Motto hidupnya : Jadilah diri sendiri dan hadapi segala persoalan dengan ikhlas serta tabah,serta jadikanlah pengalaman guru terbaik dalam hidup.

*) SUSILANING SETYAWATI. Terlahir di Sragen pada tanggal 05 November. Menulis ketika mulai kuliah di Majalah kampus sebagai redaksi Majalah “Motivasi”. Ikut bergabung dalam teater PERON Surakarta dan ikut gabung dalam RSP (Revitalisasi Sastra Pedalaman). Puisi dan cerpennya mulai tahun 90-an tersebar di berbagai koran di Jateng dan DIY.

*) VAGINA MONOLOG pernah begitu heboh mengharu biru, mengaduk-aduk perasaan bagaimana luka perempuan diekspresiskan dalam bentuk seni terutama teater, dan barangkali puisi luka diatas juga refleksi luka yang diekspresikan dan dimaknai dalam bentuk yang berbeda adalah para anggota Kusas dengan satu aba-aba seperti Oekesta dengan harmoni dan padu kata-kata disusun dan dirangkum menjadi Puisi, Didiek Soepardi MS , Pengasuh dan Penanggungjawab Kusas Semarang, Salam Sastra. (Wrh/RIMA)

Advertisements

One thought on “Puisi Kolaborasi (lagi): Luka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s