Menunggu Rindu

Dan kepedihan itu
teranja dalam debu.
Hingga aku tergugu.

Sepenuh menunggu
hingga tergagu.
Tampaknya haru sendu itu
adalah ragu.

Sudahlah.
Setidaknya esok
ada waktu.

Dan aku tetap menunggu
dan termangu.
Biar saja sendu itu
melagu.
Harapan pun tampaknya
terbit terlalu
hingga tak sadar akan
akhir kelabu.

Selamat malam, Rindu!
Kueratkan pelukku
sebab bahagia itu
harusnya hanya
diriku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s