Ada dan Tiada

Sebab pada setiap menit dalam hariku
namamu terimla.
Siapakah kau
hingga mendaraskan namamu
adalah bahagia itu?
Adamu adalah suar itu
hingga tiadamu adalah gulita itu.
Kurasa aku mencintaimu
dalam bahagia dan gulita.
Seliarnya cinta
yang mengerti bahwa
ketiadaanmu adalah
kematian kecil itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s