Manunggal

Wadag ragawi laiknya
pertemuan inderawi
yang tercerap dalam
selusin pemenuhan
asumsi.

Getar keindahan jiwa
tak hirau pada ekspresi
gerak ragawi yang
geloranya semusim
padam dalam
lelap.

Sebab tertemunya
jiwa dalam tarian
pikir dan hati
adalah keluasan
mengerti dan menyadari
kemanusiaan.

Menyatunya
kau aku
apakah beda
aku kau
dalam semesta
seluas makna?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s