Mabuk Rindu

Oleh: Handry Tm, Dewi Kelana, dan Neny Isharyanti

Aku ingin sebotol bir dimana mabuk tak lagi singgah seperti sore kemarin
aku ingin seulas madu dimana rinduku tersalut penuh
di manakah rindu biru menjelma perdu cintaku padamu
di padang sabana kutitipkan perdu cintaku padamu, sebab madu rindumu itu telah menjadi candu di negeri para peri dan kurcaci.
apalah arti mabuk candu dan mabuk bir, ketika kita menari di bawah cahaya bulan yang malu-malu?
tarian asmara biru terpadu antara ku dan mu
buncahan rindu peraman mendayu sendu
kemabukkan tiada akhir hingga lenguh nafas menyatu
arca-arca, batu-batu, angin menderu pilu
kau makin berada di jauhku
hening tak terbuai, dingin tak terburai
ah, cinta yang manakah antara kau dan aku
nyatanya, rindu ini melunglaiku, kekasihku…

Semarang, Bojonegoro, dan Benua Kangguru, Jelang Pagi (30/6/2012)

Diterbitkan di Rima News, pada tanggal 30 Juni 2012, 04.25 WIB
http://rimanews.com/read/20120630/67753/jika-penyair-bertemu-dan-dimabuk-rindu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s