Menghitung Jarak Rindu-MU

Oleh: Ayano Rosie, Neny Isharyanti, dan Önald Änold

gerimis masih beku dalam senja
gema takbir melagukan rindu
dan kau masih terpaku
pada jarak mata hati

siapa yang mengukur jarak itu
sebab jarak ada pilihan
yang tereja dalam ukuran
dan batasnya tereja dalam hati

itu hujan bukan bualan
selalu kita bersengketa
kabut menggayut
kataku kelabu berlabuh

dalam kabut terselubung gelap
sedang risau mengiri pada jelaga
adakah harap masih menyatu
sedang Tuhan ada di mana?

Mungkin Tuhan sedang bermain dadu
dan di balik setiap titik
ada skenario
dan senyum-NYA terlintas
mengimajinasi dan mengejawantahkan
tiap skenario dalam keniscayaan.

keniscayaan pada langkah
dan harap pada tujuan
kita hanya pion pada biduk
sedang pasrah masih menggoda
pada iman

ah, berhenti berfikir
kumandangkan saja
nyanyikan saja
takbir itu
dan lekas kita berpelukan

: dan senja masih bergerimis
dalam rinai tak bertepi
kepadaMU.

Makassar-Jakarta- Melbourne, 26062012

Diterbitkan di Rima News
http://rimanews.com/read/20120626/67354/tiga-puisi-kolaborasi-sebuah-intensitas-imagi-dan-religi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s