Bunga Jiwa (2)

+DSN

sebegitu dalam kekuatan kata-kata hingga aku tergugu mencecap kedalamannya.
dan aku ingin lagi, lagi, lagi, bak candu menyelusup pori-pori batin.
hanya bisa menggumamkan namamu lirih
dan mengejanya pelan-pelan untuk merasakan getaran batinmu ketika mengkalamkannya.

dan hari-hari itu, ketika jejak kita tak bertaut menjadi sederet kenangan
tetap kucari-cari sosokmu dari sekian wajah, sekian situasi, sekian nuansa
sebab keras kepalaku adalah kutukan keingin tahuan yang membunuhku.
mustahil.

kureka-reka segala potongan puzzlemu dari kota di gigil dingin itu hingga kota segala mesin
kuraba dirimu di deretan angka-angka masa yang kurangkum setiap detiknya
kunetra dirimu di antara nama-nama yang kukenal setiap hurufnya
kuindera dirimu di sela segala ruang yang pernah kujejak setiap ubinnya
tampaknya dimensi masa, wajah, dan bangunan telah kita bagi sendiri-sendiri.

dan kau tersesat, teralienasi dalam dunia realitas macam makhluk langka
yang mengembara di dunia seperti begawan yang tak terpahami oleh kaum tuna kalam.
wajah mana yang kau tampilkan pada dunia realitas itu, wahai Bunga Jiwa?
jiwa mana yang bisa menampung aliran filosofi Rumi, Bhagawat Gita, Chin Yung, dan Aufklarung
dalam dunia pragmatis yang menakar diri dari prestasi serba ragawi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s