Menikmatimu

Lelaki perasa itu
adalah suara masa lalu
dan entah mengapa
sendu biru adalah
manifestasinya.
Seumur jagung intensitas atensi
kusesali karena tak kutemui sisi
sendu birunya.
Sungguh dagelan ketika
kurasa sendu biru itu
ketika atensi adalah basa-basi
dipagari janji yang lain.
Ditimpa posesif ini
tampaknya menjadi tabu dan wagu
karena
ya, ya, ya
aku tahu wahai
pagar janji lain itulah.
Dari sekian wajah,
aku cuma salah satu cerita
(tampaknya).
Dan ajaibnya,
aku cemburu!
Pada ilusi atau pada materi
aku tak tahu (dan tak hirau)
menikmatimu saja.
Boleh?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s