Tentang Hujan

Mendengar kericik hujan
adalah mengingat salatiga
masa lalu.
Ketika siang pun
tak seinci tubuhku
tak terbalut selimut
dan aku terlelap
ditemani kericik hujan.
Mungkin bunyi Queen
lebih menenangkan
ketika didengar bersama
desah hujan
dan aku selalu teringat
kamar sempitku
yang berdinding separuh
bambu
mendesiskan desau angin
bercampur kericik hujan.
Aku selalu takut
ketika melihat awan hitam
berarak-arak pertanda
air hujan akan segera tercurah
sebab aku adalah anak cerah mentari.
Namun aku merindukan kericik hujan,
musik queen, kamar sempit, selimut bau,
dan dinding bambu tersusupi angin.
Dan masa lalu, ketika suatu siang
aku terbalut kesendirian dan kepemilikan
mutlak akan suasana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s