Rumah Tak Mau Pergi

Matahari pagi ini
seperti rumah
tapi tak serupa.

Di sini ada
warna warni
alami
musim yang
dinanti
sejak salju
menjadi
benci.

Aku rindu rumah
seperti di sini.
Menghitung jam
jadi seperti nyeri.
Tempat ini adalah
mimpi yg menuju akhir.
Jarum berhenti:
aku tak mau pergi.

+ Buat para “penggemar” puisiku: Inggita Notosusanto & Charly Silaban *yg katanya pengin baca puisiku lebih banyak*…makasih!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s