Menunggu

Yang lalu bergulir
memutus kenang-kenangan.
Membumi
kembali ke realita.
Angan cuma sekedar mimpi
yang menipis menjadi hambar.

Penantian panjang
membosankan, menyebalkan.
Walau lalu tertepis sibuk
dan seorang teman yang menemani di sela sendu
(Aku bersyukur untuknya).
Sebait lagu ke kamu.
Sebaris puisi ke kamu.
Lalu kutak mampu lari
meski cuma berbekal bayang.
Kamu kejam!
Merajamku dalam damba.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s