Sendiri

+ berjalan di sepanjang Diponegoro

Tengah berjalan
siang hari bolong
terik
panas
sendiri
terempas
Kesendirian hadir begitu saja
Perenungan muncul tanpa suara
Mempertanyakan diri yang sendiri
tak adakah yang mengerti sepi
Lalu mempertanyakan takdir
yang kadang memancing pengertian yang lebih dalam
untuk coba memahami dan menjalani
Sebab yang tersurat tak kan berubah.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s