A dose of poems and creativity

Kata-Kata

In Poems on May 20, 2013 at 11:24

Penyair itu tersumbat kelu
entah lidahnya yang pelo itu
sudah tergorok mesin penguasa
atau jejaknya sudah tercecer
bertetes darah tersapu jaman.

Toh, penyair bukan kata-kata
sesudah dilahirkan kata-kata tak lagi miliknya
ia adalah milik jaman, milik pembaca
untuk diteriakkan para demonstran
untuk dituliskan para jurnalis
untuk dimaklumkan para pengirim petisi
untuk direnungkan para filsuf

Cuma pembaca yang merasa
kata-kata itu sekedar gombalan kain pengelap meja kursi
atau penanda sejarah pengkritik durjana pembangkit perlawanan
dan bahkan ketika kata-kata lebih tajam dari peluru AK-47
berapa dari padamu yang masih ingat pada penyair pelo itu?

Di jaman ini, membaca Pramoedya Ananta Toer sambil ngopi ngobrol di kafe
adalah suatu pertanda manusia hipster terpelajar tinggi hati
Di jamanku, membaca Pramoedya adalah manusia buangan
sembunyi-sembunyi takut dicokok tentara dimasukkan sel
Di jaman ini, diskusi politik lalu posting menghujat pemerintah di media sosial
adalah suatu pertanda manusia idealis aktifis kritis
Di jamanku, diskusi politik lalu mogok makan menuntut pemerintah adalah manusia tersingkir
manusia pemberani yang tak perduli nyawa diri siap di-dor mati

Jaman berubah, jaman berganti
keran bicara disumbat, keran bicara dol muncrat-muncrat
tetap saja, politik dagang sapi, politik ibu suri tak bergeming
Wahai penyair, kata-katamu itu gombal lap meja kursi?
atau kata-kata yang tak lekang pembangkit semangat macam milik sang penyair pelo itu?

Ibu

In Poems on May 19, 2013 at 20:55

Dalam doa malammu
adalah aku terkapar
terlunta menapak dunia,
Ibu.

Diammu adalah cintamu
samudra berpalung mengerti
kurindu dalam sayu,
Ibu.

Sebentang dunia
tak akan terjangkau
mendapati pelukmu,
ibu. 

Doa demi doa
adalah rajutan rindu
hatimu yang mengerti
ketika nyeri dunia tak terperi
ke dalam haribaan-NYA
aku menujukannya.

Kepada hidup

In Poems on May 17, 2013 at 20:38

entah pertanda apa
yang kau lempar
ke mukaku
dan aku terbata
mengartikannya

rentetan peristiwa
deretan wajah
datang dan pergi
bukan anomali
bagi jiwa
yang khusyuk bertanya
yang cerdas menjawab
: evolusi menuju Cahaya. 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers

%d bloggers like this: